Kamis, 15 Maret 2018

Uniknya Batik Garutan yang Jauh dari Kesan Kuno

Uniknya Batik Garutan yang Jauh dari Kesan Kuno

Dahulu, kenakan batik itu berkesan kuno, dewasa tapi tidak moderen. Saat ini lain. Saat ini pengrajin batik banyak inovasi motif serta warna hingga matching dengan selera beberapa remaja, bahkan juga beberapa desainer juga berlomba membuat desain pakaian batik yang berkesan chic serta moderen. Saat ini malah semakin bangga mengenakannya karna rasa nasionalisme. Nah, satu diantara daerah yang di kenal jadi penghasil batik modernnya yaitu Garut. 


Batik Garut telah berkembang mulai sejak sebelumnya masa kemerdekaan Indonesia, 1945, dengan turun-temurun. Namanya Batik Catat Garutan. 
Batik Catat Garutan mempunyai keunikan dominasi warnanya yang cerah, jelas, serta bermacam. Warna ini mengungkap kebahagiaan seperti warna gumading (putih gading), biru, merah, hijau, coklat kekuningan, ungu, merah muda (kayas), ungu muda (gandaria), serta kasumba. 
Sesungguhnya ada warna sogan (coklat), seperti pada batik di Solo atau Yogyakarta. Ketidaksamaannya, warna sogannya coklat muda kekuningan, keunikan yang kuat dari batik Garut. 
Berlainan dengan batik Solo atau Yogyakarta yang prasyarat dengan arti filosofis, motif batik Garut lebih diutamakan pada sisi visual. 
Biasanya bentuk motif Batik Garutan adalah cerminan dari kehidupan sosial budaya serta kebiasaan istiadat orang Sunda, terutama di Garut, dan alur flora serta fauna. 
Tetapi ada pula motif Batik macam hias datar, bentuk-bentuk geometrik yang menghadap dengan diagonal, seperti kawung atau belah ketupat. 

Sebagian motif ciri khas Garutan umpamanya yang tergambar dalam motif Rereng Pacul, Rereng Peuteuy, Rereng Kembang Corong, Rereng Merak Ngibing, Cupat Manggu, Bilik, serta Sapu Jagat, yang semasing mempunyai kekhasannya sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar