![]() |
| Makna Simbolis Pada Batik Jawa Barat |
Motif serta macam hias pada suatu batik, tentu memiliki kandungan arti atau nilai didalamnya, seperti pada Batik dari Jawa Barat. Pada umumnya, Batik Jawa Barat tidak membatasi penggunaan kain batiknya untuk dipakai oleh kelompok spesifik ataupun dalam kondisi spesifik, seperti Batik yang datang dari Keraton Yogya serta Solo yang bisa dipakai cuma pada acara-acara spesifik oleh kelompok keluarga keraton, bangsawan atau kelompok spesifik yang lain. Batik Tradisionil Jawa Barat seperti dari daerah Indramayu, Cirebon dan Tasikmalaya ada banyak arti simbolis dalam motif atau macam hias batiknya.
Untuk daerah atau Kota Ciamis serta Garut, tidak ada ungkapan arti simbolis pada beragam batikan yang dibuatnya. Motif serta warna Batik Ciamis tidak memiliki kandungan arti filosofi, perlambang, disakralkan, maupun tunjukkan satu status sosial spesifik. Batik Garut tidak mengetahui apa yang dimaksud motif larangan karna motif di buat hanya untuk keperluan sandang keseharian, yang dipakai jadi sinjang (kain panjang), yg tidak dihubungkan dengan ajaran agama atau keyakinan spesifik.
Daerah yang dipandang mempunyai arti simbolis diantaranya Indramayu, Cirebon serta Tasikmalaya Indramayu dengan Motif Burung Hong, diakui jadi 31 penolak bala atau petaka. Cirebon mempunyai Motif Mega Mendung yang bermakna satu bentuk sinyal cinta dari Sunan Gunung Djati pada Putri Ong Tien yang datang dari Cina untuk dinikahinya, sebab motif mega mendung adalah ornament yang terdapat banyak pada guci-guci Cina ketika itu di Cirebon. Motif Mega Mendung juga dipandang jadi lambang cinta, keinginan, lambang kebahagiaan serta rejeki. Batik Tasikmalaya, ada banyak motif yang diakui beberapa orang-orang Tasikmalaya bisa membawa keberuntungan, misalnya motif pisang bali yang umum dipakai golongan pedagang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar