Kamis, 15 Maret 2018

Motif Batik Garutan Miliki Ciri Khas Ditekuni Warga Sejak Zaman Kolonial

Motif Batik Garutan Miliki Ciri Khas Ditekuni Warga Sejak Zaman Kolonial

Dari beragam literatur, kata batik memiliki padanan “menulis titik” di ambil dari paduan kata “amba serta titik” datang dari bhs Jawa. Dulu batik cuma ditulis serta dilukis memakai daun lontar dengan motif yang menguasai pada binatang serta tumbuhan. 

Corak batik memiliki filosofi dari semasing daerah asal, hingga ada motif serta corak yang berlainan. Histori batik telah cukup panjang, sampai kini begitu identik dengan lokasi Jawa Tengah, tetapi nyatanya di lokasi Priangan, kebiasaan membatik tumbuh serta berkembang mulai sejak lama. 



Satu diantaranya daerah Priangan yang mempunyai kebiasaan membatik adalah di Kabupaten Garut. Masa keemasan batik garutan diawali mulai sejak jaman kolonial sampai pertengahan th. 1980-an. 

Saat ini makin lama batik garutan mulai memperlihatkan jejak kejayaannya kembali dengan semakin banyak perajin batik di Garut yang mulai menghasilkan dan pasarkan produknya ke beragam daerah. 

Motif batik di Indonesia mempunyai ketidaksamaan yang merujuk pada filosofi daerah batik berasal. Seperti batik Garut atau lebih di kenal dengan sebutan motif batik garutan yang biasanya memberi pilihan warna yang menguasai cerah serta lembut, pas dipakai untuk anak –anak serta remaja yang penuh ekpresi serta ceria. 

Tetapi motif itu tetaplah sesuai sama untuk digunakan umur dewasa serta orangtua. Terkecuali menghadirkan warna yang ceria serta lembut, ciri beda dari motif batik garutan yaitu penentuan gambar yang mengacu pada flora serta fauna, serta ambil bentuk geometrik yang lebih menghadap pada garis diagonal, seperti bentuk belah ketupat. 

Pembuatan motif batik garutan memakai tehnik lewat cara di­tulis segera dengan tangan (batik catat), hingga lumrah bila saat pelaksanaan satu helai kain batik dapat menelan saat yang lumayan lama. 

Harga yang di tawarkan juga cukup tinggi, mengingat sistem pelaksanaannya mesti de­ngan kecermatan yang membutuhkan tehnik spesial. Diluar itu batik dapat juga memberi nilai estetika yang tinggi. Ada sekitaran 80-an motif yang dituangkan dalam batik garutan. 

Salah satunya, bulu hayam, lereng calung, lereng jaksa, cupat manggu, merak ngibing, serta batu ngampar. Pada umumnya, motif yang digunakan dalam batik garutan di ambil dari keadaan alam sekitaran yang dikelilingi pegunungan. Diluar itu, flora serta fauna yang mempunyai kaitan erat dengan kehidupan orang-orang lengkapi kekayaan motif batik garutan. 

Kekhasan batik garutan ada pada sistem membuatnya. Motif batik bukan sekedar di buat pada satu diantara bagian, tapi bolak-balik. Sistem begini yang membedakannya dengan batik Jawa Tengah atau Yogyakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar