Kamis, 15 Maret 2018

Batik Garut Harus di Perhatikan

Batik Garut Harus di Perhatikan 

Aktivitas serta usaha pembatikan di Garut adalah warisan nenek moyang yang berjalan turun temurun serta sudah berkembang lama sebelumnya masa kemerdekaan. Pada th. 1945 Batik Garut makin popular dengan sebutan Batik Catat Garutan serta alami masa jaya pada th. 1967 s. d. 1985 
Dalam perubahan selanjutnya produksi Batik Garutan alami penurunan. Hal semacam ini dikarenakan oleh makin pesatnya batik printing, minimnya ketertarikan generasi penerus pada usaha batik catat, ketidaktersediaan bahan serta modal, dan lemahnya kiat pemasaran. 

Batik garutan biasanya dipakai untuk kain sinjang, tetapi berperan juga untuk penuhi keperluan sandang serta yang lain. Bentuk motif batik Garut adalah cerminan dari kehidupan sosial budaya, falsafah hidup, serta adat-istiadat orang Sunda. Sebagian perwujudan batik Garut dengan visual bisa digambarkan lewat motif serta warnanya. 

Berdasar pada pemikiran yang melatarbelakangi penciptaan batik Garut, jadi motif-motif yang didatangkan berupa geometrik jadi keunikan macam hiasnya. Bentuk-bentuk beda dari motif batik Garut yaitu flora serta fauna. Bentuk geometrik biasanya menghadap ke garis diagonal serta bentuk kawung atau belah ketupat. Warnanya didomiansi oleh warna krem digabungkan dengan beberapa warna cerah yang lain yang disebut karakter ciri khas batik garutan. Sekarang ini pemrosesan batik garutan terkonsentrasi di Garut Kota. 

Rata-rata kemampuan produksi per th. yaitu 1. 296 potong. Masih tetap sedikit bila di banding kota-kota beda. Butuh perhatian serius untuk melestarikan Batik Garutan ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar