Selasa, 20 Maret 2018

Cuci Mata : Batik Garut dan Batik Tasikmalaya

Cuci Mata : Batik Garut dan Batik Tasikmalaya

Saat berwisata ke dua kota populer di Jawa Barat yakni ke Garut serta Tasikmalaya tidak komplit rasa-rasanya apabila tidak bersihkan mata ke outlet batiknya. Ke-2 kota ini memanglah telah lama di kenal memiliki kerajinan batik catat dengan warna serta motif yang berlainan dari motif asal kota beda. Batik Garut menguasai bermotif geometris, batik Tasikmalaya nyaris sama motifnya namun dengan beberapa warna yang lebih cerah. Sayangnya Batik Garut cuma pernah di nikmati waktu bersihkan mata di counter hotel. Menginginkan saksikan batik Garut segera ditempat produksinya agak sulit serta makan saat karna beberapa pengrajinnya menyebar sedang kami mesti selekasnya meneruskan perjalanan. 
Di Hotel Santika Tasikmalaya kami memperoleh peta pariwisata kota ini. Di peta tampak keseriusan Pemerintah Daerah membenahi kotanya. Beragam type kerajinan dihimpun di satu lokasi, yang pastinya juga akan mempermudah kunjungan wisatawan. Untuk kerajinan anyaman berada di Rajapolah, kerajinan kelom geulis serta sentra batik di jalan Partner Batik. 

Kebetulan sekali jalan Partner Batik ini ada pada rute perjalanan pulang yakni jalan Tasikmalaya – Nagreg. Kami tentukan rute ini karna menginginkan sekalian lewat jalan Lingkar Nagrek. Maklum dipengaruhi bebrapa photo cantik rekan blogger. Ibu Olive. Tapi sayang kok jadi kelewatan jalan Lingkar itu he.. he.., batal deh berfoto cantik). Sebatas informasi jalur Tasikmalaya – Nagreg ini jalannya berliku naik turun serta penuh dengan kendaraan besar. Laju kendaraan jadi lebih lambat, maka dari itu untuk kendaraan pribadi tambah baik tentukan jalur satu sekali lagi, jalan yang melalui kota Garut. 

Di jalan Partner Batik Tasikmalaya ini banyak outlet batik kecil yang tampak kurang memanjakan wisata bersihkan mata serta berbelanja. Kami pada akhirnya singgah ke satu jalan kecil. Kebetulan saja sich bisa outlet ini, semula punya maksud putar arah saja, nyatanya jadi hingga ke gerai cukup besar, namanya @gnesa. 

Di toko @gnesa beberapa pilihan type batik yang dipajang. Terliha ada batik catat, serta ada pula batik cap. Oleh petugas toko kami di tawarkan untuk lihat ke sisi belakang ke tempat produksi batiknya. Sudah pasti tidak menampik, jadi dengan suka hati. 

Dibagian belakang toko ada ruang yang cukup luas. Aroma ciri khas lilin malam yang dipanaskan merasa segera menegur hidung. Tampak banyak pengrajin disana. Beberapa ibu duduk diatas dingklik buat batik catat dengan canting. Sedang di sudut belakang tampak sebagian orang pengrajin pria berdiri serta buat batik cap dengan stempel logam. 

Kuperhatikan pergerakan beberapa ibu yang tengah duduk membatik dibagian depan. Saya minta ijin untuk memphoto aktivitas mereka. Beberapa ibu ini begitu ramah serta tampak riang senang serta banyak bercanda sama-sama menggoda. Ciri khas karakter wanita tatar Sunda yang ramah tamah. Mereka ingin menjawab pertanyaanku mengenai motif yang tengah di buat. 

Galeri Batik Tasikmalaya 

Di grup ibu-ibu yang tengah menggoreskan canting buat motif lampit, mendadak ada yang nyeletuk menyuruhku difoto sembari membatik. Awal mula kutolak karna ada rasa sungkan takut mengakibatkan kerusakan motif kainnya. Tapi karna jiwa narsis masih tetap menggebu-gebu pada akhirnya saya turut beraksi memegang canting, namun malamnya telah kering he.. he… sesaat si ibu yang tempatnya kuserobot turut berakting berikan panduan. Terima kasih banyak ya ibu-ibu pada akhirnya dapat bergaya seakan pengrajin batik. Serta pasti karena keramahan beberapa karyawan dibagian produksi ini tanpa ada malu-malu segera tentukan sebagian helai kain untuk dibawa pulang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar