Selasa, 20 Maret 2018

Pewarna Alam Bikin Warna Batik Jadi Unik

Pewarna Alam Bikin Warna Batik Jadi Unik

Sistem pewarnaan kain batik biasanya dikerjakan dengan memakai pewarna kimia. Tetapi saat ini makin popular juga sistem pewarnaan yang memakai bahan baku dari alam. Dengan memakai pewarna alam ini, sistem pembuatan batik pastinya jadi lebih ramah lingkungan. 

Untuk mengenalkan sistem pewarnaan alam ini, Komune Classic Indonesia membuat workshop " Ikat Celup dengan Pewarna Alam " di Museum Tekstil Indonesia, Jakarta, sekian waktu lalu. Dalam workshop yang disebut satu diantara rangkaian program bertopik " Dari Wanita untuk Karya serta Alam Indonesia " ini diterangkan juga beragam keunggulan dari zat pewarna alam. 

Bahan pewarna alami biasanya datang dari tumbuh-tumbuhan, seperti kayu, kulit kayu, akar, kulit akar, biji, kulit biji, daun, ataupun bunga. Sistem pewarnaan dengan memakai zat warna alam memanglah lebih rumit bila dibanding dengan memakai zat pewarna sintetis. Sebab, akhirnya mesti dikerjakan berkali-kali untuk memperoleh warna seperti yang dikehendaki. Tetapi beberapa warna yang dibuat memanglah relatif jadi lembut dan berbentuk unik serta eksklusif. Karakter dari tumbuhan serta aspek lingkungan lah yang memengaruhinya. 


Problemnya, tidak semuanya bahan tekstil dapat diwarnai dengan zat pewarna alam. Bahan yang dapat dipakai yaitu yang datang dari serat alam seperti sutera, wol, serta kapas (katun). Sedang beberapa bahan dari serat sintetis seperti polyester atau nilon tidak mempunyai afinitas, atau daya tarik, pada zat warna alam hingga beberapa bahan ini susah diwarnai dengan zat warna alam. Bahan dari sutera biasanya mempunyai afinitas terbaik pada zat warna alam dibanding dengan bahan dari kapas. 

Benny Gratha, volunteer Museum Tekstil Indonesia, lantas memaparkan juga bebrapa step pewarnaan alam itu : 

1. Mordant 
Supaya warna bisa melekat dengan baik, kain yang juga akan diwarnai mesti di-mordant terlebih dulu. Sistem mirdant dikerjakan dengan merendam bahan kedalam garam-garam logam seperti tawas. Zar-zat mordant ini berperan untuk membuat jembatan kimia pada zat warna alam dengan serat hingga afinitas (daya tarik) zat warna bertambah pada serat, serta bermanfaat untuk hasilkan kerataan serta ketajaman warna yang baik. Sebelumnya dikerjakan sistem mordant, kain terlebih dulu dicuci serta di rendam di air sabun sepanjang 12 jam, lalu dibasuh serta dikeringkan. 

2. Ekstraksi serta pewarnaan 
Sistem pembuatan larutan zat warna alam yaitu sistem untuk ambil pigmen-pigmen penimbul warna yang ada didalam tumbuhan, baik yang ada pada daun, batang, buah, bunga, biji, ataupun akar. Sistem pengambilan pigmen zat warna alam dimaksud sistem ektraksi, dikerjakan lewat cara merebus bahan dengan air. 

3. Fiksasi 
Fiksasi adalah sistem untuk menguatkan warna supaya tidak luntur. Fiksasi bisa dikerjakan dengan sebagian bahan seperti tawas, kapus, atau tanjung. Semasing bahan memiliki karakter yang berlainan pada warna. 

Dalam workshop ini, pewarnaan alam dipadukan dengan tehnik ikat yang hasilkan motif dan gradasi warna yang memikat. Menginginkan tahu bagaimana caranya buat motif ikat celup (tie dye), bacalah juga : Serunya Belajar Buat Motif " Tie Dye ". 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar