![]() |
| Garut Kaya Akan Motif Batiknya |
Kabupaten Garut, Jawa Barat, nyatanya tidak cuma di kenal dengan domba, jaket kulit, jeruk, kopi luwak dan dodol. Garut juga mempunyai bermacam makanan ciri khas yang unik serta menarik untuk dicoba. Salah nya ialah Batik Garutan.
Membahas sedikit mengenai motif batik Garutan (informasi di ambil dari beragam sumber). Motif batik garutan berkembang karna dampak lingkungan sosial budaya, falsafah hidup serta kebiasaan istiadat orang Sunda. Hingga motif batik Garutan yaitu cerminan kehidupan social orang-orang Garut dari masa ke masa. Motif batik Garutan umumnya berbentuk macam hias datar, bentuk-bentuk geometrik. Bentuk-bentuk geometrik ini menghadap diagonal, bentuk kawung, atau belah ketupat. Ada juga motif-motif yang ambil alur bentuk-bentuk flora serta fauna. Motif-motif yang ciri khas garutan yakni motif turih oncom, merak ngibing, rereng apel, serta kawung ece. Motif-motif ini lalu dimodifikasi serta nampaklah sebagian motif baru seperti lereng eneng, lereng udang, suliga ukel, sintung, cupat manggu, siku seling, kumeli bunga, adumanis, patah tebu, rereng calung, barong kembang, sidomukti, limar, cakra, ayakan, angkin, dsb.
contoh batik Garutan motif kawung serta maknanya :
![]() |
| Garut Kaya Akan Motif Batiknya |
Batik motif Kawung memiliki arti yang melambangkan keinginan supaya manusia senantiasa ingat juga akan asal usulnya. Zaman dulu, batik motif kawung dipakai di kelompok kerajaan. Petinggi kerajaan yang kenakan batik motif kawung mencerminkan pribadinya jadi seseorang pemimpin yang dapat mengatur udara nafsu dan melindungi hati nurani supaya ada keseimbangan dalam tingkah laku kehidupan manusia.
Histori diketemukannya batik motif kawung ini yaitu saat ada seseorang pemuda dari desa yang memiliki tampilan berwibawa dan disegani di kelompok kaumnya. Tidak lama karna tingkah laku pemuda ini yang begitu santun serta bijak, sampai buat namanya terdengar sampai di kelompok kerajaan Mataram.
Pihak kerajaan terasa penasaran dengan kemashuran nama pemuda ini, hingga diutuslah telik sandi untuk mengundang pemuda ini menghadap raja. Sang telik sandipun berhasil temukan pemuda ini. Mendengar kalau putranya diundang oleh raja, buat ibunda terasa terharu serta menggantungkan banyak keinginan. Ibunda berpesan supaya si pemuda ini dapat melindungi diri & udara nafsu dan tidak lupa juga akan asal-usulnya.
Untuk tersebut ibunda membikinkan batik dengan motif kawung, dengan keinginan putranya dapat jadi manusia yang bermanfaat untuk orang-orang banyak.
Selang beberapa saat sesudah di panggil oleh pihak kerajaan serta diberi sebagian pekerjaan yang senantiasa dapat diselesaikannya, pada akhirnya pemuda ini diangkat jadi adipati Wonobodro.
Dalam pengangkatannya jadi adipati Wonobodro, pemuda ini kenakan baju batik pemberian ibundanya dengan batik motif kawung.
Baca Juga : Kopi Luwak Premium Asli Garut


Tidak ada komentar:
Posting Komentar