![]() |
| Batik Tulis Garutan Kembali Menggeliat |
Kabupaten Garut, Jawa Barat, nyatanya tidak cuma di kenal dengan domba, jaket kulit, jeruk, kopi luwak dan dodol. Garut juga mempunyai bermacam makanan ciri khas yang unik serta menarik untuk dicoba. Salah nya ialah Batik Garutan.
Seperti yang dihadapi beberapa motif batik yang lain di tanah air, Batik Catat Garutan sempat juga alami gunakan surutnya industri kerajinan batik nasional. Saat ini cuma tersisa sebagian entrepreneur batik motif Garutan yang masih tetap setia menekuni industri kerajinan batik ini. Selebihnya, sangat terpaksa mesti gulung tikar karna tidak bisa berkompetisi di pasar terlebih dengan pesatnya perubahan industri tekstil moderen.
Ny. U. Sri Husaodah Muharam yaitu satu di antara aktor usaha kerajinan batik Garutan yang masih tetap tersisa sekarang ini. Dengan batik catat Garutan merk RM-nya, Sri Husaodah telah mulai meniti dalam meningkatkan industri kerajinan batik catat Garutan mulai sejak th. 1979. Nama RM sendiri adalah singkatan nama tiga anaknya yang semuanya keduanya sama mempunyai inisial RM.
Awal mulanya Ny. Sri Husaodah tidak segera buka usaha industri kain batik catat Garutan dengan komersial. Dia cuma buat kain batik dari mulai membuat design serta motif batik catat sampai jadi kain batik untuk keperluan sendiri. Tetapi nyatanya sesudah jadi kain batik, banyak tetangga yang tertarik membelinya. Beberapa tetangga itu lalu pesan pembuatan kain batik catat pada Ny. Sri Husaodah.
Sesudah memperoleh fakta kalau apresiasi orang-orang sekitaran cukup besar pada kain batik catat Garutan yang diproduksinya, Ny. Sri Husaodah baru mengerti kalau dihadapannya ada kesempatan usaha yang begitu mungkin untuk ditelateni dengan serius. Karenanya, Ny Sri Husaodah lalu merekrut beberapa karyawan untuk menolong menggerakkan aktivitas usaha barunya itu. Dia juga mulai mengerjakan usaha industri kerajinan batik catat Garutan itu dengan komersial.
Batik Tulis Garutan Kembali Menggeliat
Ny. Husaodah sendiri termasuk juga seseorang pionir dalam pengembangan industri kerajinan batik catat di lokasi Kabupaten Garut, Jawa Barat. Apa yang sudah dirintis Ny. Sri Husaodah itu saat ini diteruskan oleh anak-anaknya. Ke-3 anak Ny. Sri Husaodah juga saat ini telah ikut terjun dalam pengembangan industri kerajinan batik catat Garutan.
Keseluruhannya di Kabupaten Garut, Jawa Barat saat ini ada empat industri kerajinan batik catat Garutan serta keempatempatnya adalah hasil didikan Ny. Sri Husaodah sendiri. Sebagian salah satunya adalah industri kerajinan batik catat Garutan yang dibangun oleh bekas karyawan Ny. Sri Husaodah.
Menurut Ny. Sri Husaodah, industri batik tulisan Garutan mempunyai lebih kurang 70 motif basic jadi warisan budaya dari beberapa leluhur terlebih dulu. Tetapi dari 70 motif basic itu saat ini telah berkembang beragam modifikasi motif hingga bermunculanlah motif-motif baru batik catat Garutan.
Sebagian type motif batik Garutan yang banyak digunakan diantaranya lereng dokter, lereng calung, kucubung, lereng jaksa, bilik, merak ngibing, bulu hayam, batu ngampar dan sebagainya. Keunikan batik catat Garutan salah satunya yaitu pemakaian warna basic broken white (atau dalam bhs Sunda di kenal dengan warna gading) yang divariasi dengan warna biru serta saga (merah cake serta merah bata), ungu dan sebagainya.
Saat ini Batik Catat Garutan RM rata-arat menghasilkan 10-15 potong kain per bulan dengan memakai bahan kain basic berbentuk kain katun. Diluar itu, Batik Catat Garutan RM juga menghasilkan kain batik catat berbahan basic kain sutera rata-rata 10 potong kain per bulan dan batik cap sampai 400 potong kain per bulan bergantung pada jumlah pesanan yang masuk.
Product kain Batik Catat Garutan RM saat ini telah di pasarkan baik di pasar dalam negeri ataupun di pasar mancanegara. Didalam negeri sendiri, product batik Garutan merk RM di pasarkan ke beberapa kota besar seperti Jakarta, Bandung dan sebagainya. Ketika hari libur umumnya banyak pula beberapa konsumen yang berniat datang dari luar daerah untuk beli product kain Batik Catat Garutan RM. Dengan keseluruhan jumlah karyawan 62 orang, Ny. Sri Husaodah saat ini mempunyai tiga showroom/galeri batik, yakni satu showroom di Garut (Jl. Papandayan No. 54), satu di Bandung (Jl. Buah Batu No. 151) serta satu sekali lagi di Jakarta (ITC Kuningan, Lt. Semi Basic Los E7/6). Product batik catat Garutan RM di jual dengan harga yang beragam dari mulai Rp 60. 000 per potong sampai Rp 4, 5 juta per potong.
Disamping itu, pemasaran ke luar negeri dikerjakan ke beragam negara seperti Malaysia, Singapura, China, Vietnam, Mesir, Kanada, Australia, Perancis, Belanda serta sejumalh negara Timur Tengah. Untuk menguatkan pemasaran ke luar negeri, Ny. Sri Husaodah sering ikuti beragam pameran diluar negeri seperti pameran di Sarjah, Dubai, Kairo, Beijing, Guangdong dan lain-lain.
Banyak di antara konsumen luar negeri pesan batik catat Garutan pada Ny. Sri Husaodah sesudah mereka lihat contoh product batik catat Garutan tersebut di pameran diluar negeri. Di antara mereka ada sebagai pelanggan tetaplah (pesan dengan teratur), ada yang lakukan repeat order, ada pula konsumen yang telah lama tidak pesan lalu pesan sekali lagi.
Baca Juga : Kopi Luwak Premium Asli Garut

Tidak ada komentar:
Posting Komentar